Penulis : Saipul Azhar
Kita sering mendengar kalimat " Sabar itu ada batasnya ya!" ,Lalu apakah benar sabar itu ada batasnya ?
kalau kita melihat di dalam al-qur`an dan hadist yang di mana kita selalu di suruh untuk bersabarlah, bersabarlah
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اصْبِرُوا وَصَابِرُوا وَرَابِطُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imran: 200)
Bisa kita simpulkan bersabar itu adalah skill atau keterampilan yang wajib kita kuasai untuk kehidupan kita sehari hari, agar keputusan dan tindakan kita menjadi lebih bijaksana karena kita selalu menagambil tidakan dan perilaku ketika kita lagi tenang-tenangnya.
Lalu bagaimanakah cara kita bersabar, ketika kita mendapatkan sesuatu yang menyulut emosi kita?
Langkah awal yang harus kita lakukan adalah menyadari emosi itu datang dari syeitan, Karena dari syeitan maka secara logikanya kita harus mengusirnya dari tubuh kita dengan cara memohon prlindungan kepada Allah sebagaimna dalam firmannya :
وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ ۚ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
“Dan jika setan datang menggodamu, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar Maha Mengetahui.” (QS. Al-A’raf: 200)
Dengan mengucap Ta’awudz,
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
A'udzu billahi minasy syaithonir rojiim
"Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk"
الرَّجِيمِ
itu maknanya adalah Rajam yaitu sesuatu yang di lempari oleh batu, sama seperti hukum rajam bagi pezina yang sudah menikah, badannya di tanam di tanah sampai lehernya kemudian di lempari oleh masyarakat oleh batu sampai meninggal dunia. ketika kita mengucapkan Ta`awudz maka malaikat-malaikat akan mengambil bebatuan dari bintang bintang kemudian melemparinya ke syeitan-syeitan yang sedang menggoda kita ketika kita marah.
Diam ketika marah adalah hal yang sangat penting kita lakukan, kenapa? karena ketika emosi memuncak, kata atau tindakan yang keluar dari diri kita, akan sangat tidak terkendali, sehingga kita akan terlihat bodoh, menurunkan wibawa kita dan mengambil tindakan atau keputusan yang pasti kita akan sesali ketika kita sudah dalam emosi yang stabil. rasululla shallahu`alaihi wasallam bersabda :
diriwayatkan oleh Imam Ahmad,
وَ إِذَا غَضِبَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْكُتْ
“Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.” (HR. Ahmad, 1: 239. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan lighairihi)
Rasulullah sudah memetrintahkan kepada kita, kalau sedang marah maka diamlah, agar kita terhindar dari sesuatu yang merugikan kita kedepannya dan akan membuat kita sangat menyesalinya.